Jumat, 09 Januari 2015

Ekstrak daun pepaya sebagai pestisida hayati untuk mengendalikan ulat dan hama penghisap tanaman
Daun pepaya memiliki kandungan bahan aktif papain yang cukup efektif untuk mengendalikan ulat dan hama penghisap tanaman. Untuk memanfaatkan daun pepaya menjadi pestisida alami, daun pepaya dibuat ekstrak yang dicampurkan dengan minyak tanah dan
detergen. Pestisida alami dari ekstrak daun papaya memiliki beberapa manfaat, antara lain dapat digunakan untuk mencegah hama seperti aphis, rayap, hama kecil, dan ulat bulu serta berbagai jenis serangga. Bahan-bahan yang digunakan adalah :
  • Daun papaya : 1 kg
  • Air: 10 liter
  • Minyak tanah : 2 sendok makan
  • Detergen: 30 gr
Cara pembuatan:
Pestisida alami dari daun pepaya (Carica papaya) dibuat dengan langkah-langkah sebagai berikut:
  • Siapkan daun papaya sebanyak kurang lebih 1 kg (sekitar 1 tas plastik besar atau 1 ember besar).
  • Tumbuk daun pepaya hingga halus.
  • Hasil tumbukan/rajangan direndam di dalam 10 liter air
  • Tambahkan 2 sendok makan minyak tanah dan 30 gr detergen.
  • Hasil campuran, didiamkan semalam.
  • Saring larutan hasil perendaman dengan kain halus.
Aplikasi:
Larutan hasil saringan dapat langsung diaplikasikan ke tanaman dengan cara menyemprotkan larutan ke tanaman.
Trichocompos sebagai pestisida hayati untuk mengendalikan diplodia
Serangan penyakit diplodia merupakan masalah utama yang dihadapi oleh hampir sebagian besar petani jeruk di Kalimantan Selatan. Ada dua cara yang dapat dilakukan untuk mengendalikan penyakit diplodia ini. Salah satu cara yang dilakukan adalah dengan penggunaan Trichocompos yaitu pupuk kompos/ pupuk kandang yang mengandung Trichoderma harzianum.
Trichocompos dioleskan sebanyak 3-4 kali pada batang tanaman jeruk yang terserang diplodia. Aplikasi dilakukan setiap 15 hari sekali.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar